Tingkat Produksi Pertanian Tiap Tahun Meningkat, Bagaimana Kesejahteraan Petani?

Tingkat Produksi Pertanian Tiap Tahun Meningkat, Bagaimana Kesejahteraan Petani?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Negara yang dari dulu hidup dengan cara bertani. Tak heran apabila kekayaan alam kita dilirik oleh negara lain. Tapi kalo ngomongin tentang hasil alam, sektor pertanian itu sebenarnya menjadi salah satu sektor yang potensinya masih bisa ditingkatin lagi, meskipun beberapa tahun terakhir pertanian jadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tapi, gimana cara ningkatin potensi pertanian yah gan, kalo para petani kita aja masih ngalamin kaya berikut ini.

Miris, Banyak Petani Hidup di Bawah Garis Kemiskinan!

Belakangan ini, pertanian masih menjadi sektor yang diandalkan biar bisa ngedorong laju pertumbuhan ekonomi tanah air. Tapi sayang kenyataan justru menggambarkan keadaan para pelaku tani sehari-harinya masih hidup di bawah garis kemiskinan, sungguh kenyataan yang mengiris hati. Hal ini bukan hanya isapan jempol belaka, bahkan menurut Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro yang pernah dikutip dari sini, bahwa mayoritas petani masih hidup di bawah garis kemiskinan. Dan setelah nyimak data yang ada di Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, 14% penduduk miskin di Indonesia ini ternyata di pedesaan. Sehingga pertanian dan pedesaan memberikan kontribusi nyata dalam ketimpangan di Indonesia, sekaligus masih menjadi kantong kemiskinan. Kalo dipikir-pikir sih ini kebalik dengan kontribusi petani sebesar 13,95% (data per triwulan-I 2017) dengan kenyataan lapangan yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Sederet Masalah Yang Harus dihadapi Para Petani

Di balik enak dan sedapnya nasi yang kita konsumsi tiap hari, di balik segernya sayuran yang kita makan saat menikmati burger, tersimpan berjuta cerita tentang sederet kisah pilunya para petani kita. Dari mulai menyemai benih, merawat dan memupuknya, sampai dengan memanen hasil tani yang sejujurnya ternyata mereka banyak menghadapi masalah, seperti :

Rumitnya birokrasi pembelian modal tani dan penjualan hasil usaha tani.

Tidak dapat dianggap remeh, karena kendala yang kayak gini pun bakal berpengaruh sama keberhasilan usaha tani. Gimana mau sukes jadi petani kalau masih ribet ketika mau jual hasil tani yang ujung-ujungnya di jual dengan harga murah sehingga petani merugi. Gimana anak petani sekarang ingin melanjutkan legacy sang ayah untuk bertani?

Kepemilikan tanah yang mahal dan kurangnya lahan karena terkonversi menjadi perumahan atau industri lainnya.

Pasti kamu juga sudah paham kalau persediaan lahan hunian di kota udah langka sehingga daerah pinggiran yang awalnya lahan pertanian dijadiin lahan buat perumahan atau dibangun untuk kawasan industri, tentunya ini bakal ngaruh ke petani karena ketersediaan lahan yang makin berkurang.

Kesulitan mendapatkan pinjaman atau kurangnya modal usaha tani.

Ini yang paling menjadi kisah klasik para petani, kalau gagal panen ataupun kurang modal saat mau memulai musim tanam juga ketemu lagi dengan susahnya cari pinjaman modal buat memulai usaha. Ga ada modal, sehingga pelaku tani kita pun ga bisa menanam dan ataupun memulai usaha taninya.

Yuk Gotong Royong Bantu Para Petani!

Indonesia merupakan salah satu negara agraris terbesar di dunia dengan penghasilan sektor pertanian yang pasti melimpah dengan kontribusi pada triwulan II-2017 menyumbang sebanyak 13,92%, sementara pada triwulan-I 2017 kontribusinya 13,59%. Menjadi salah satu alasan mengapa pertanian kita ini masih bisa ditingkatin potensinya, salah satunya dengan cara mendukung para petani-petani kita.

Petani merupakan pahlawan pangan nasional. Mereka tidak pernah bersuara lantang. Mereka tidak pernah mengeluh ketika kebijakan pemerintah memilih untuk import di kala hasil panen melimpah ruah. Ketika kita berpikir besok makan apa, di pikiran petani mungkin akan kah esok hari saya makan? Mau bantu petani tapi bingung gimana caranya? Yuk bantu petani dengan cara memperbanyak konsumsi buah lokal. TaniHub sebagai start up AgriTech menyediakan berbagai macam hasil pangan lokal. Mulai dari buah – buahan, sayur sayuran, ayam, bebek, ikan air tawar dan kambing. Hadir di 4 region berbeda Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Semua hasil pangan yang ada di TaniHub langsung dari mitra petani kita. Gak perlu ragu dengan hasil pangan lokal. Kualitasnya gak kalah saing deh sama yang importMari bersama kita gotong royong untuk dapat menjaga senyum para petani. Kesejahteraan petani merupakan cerminan negara agraris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
3 + 5 =

shares