Bumbu dan Rempah Hasil Teknologi Artificial Intelligence

Bumbu dan Rempah Hasil Teknologi Artificial Intelligence

Teknologi merupakan sebuah penemuan mahsyur di era modern yang telah membantu banyak umat manusia dalam melakukan aktivitas dan kegiatannya. Teknologi sendiri pun dapat kita temukan di berbagai tempat hingga situasi apapun. Pengguna teknologi pun juga sangat beragam mulai dari anak kecil hingga orang tua, mulai dari siswa hingga pengusaha. Kebangkitan teknologi saat ini pun sudah kita rasakan manfaatnya di sekitar kita. Mulai dari telepon genggam hingga gawai canggih terbaru yang telah memiliki banyak perkembangan terbaru.

Baru-baru ini ditemukan sebuah teknologi yang berkembang untuk membantu kita dalam memasak serta mengolah makanan. Memang terdengar aneh di telinga kita. Namun hal itu benar-benar sudah terjadi. Bumbu serta rempah merupakan salah satu kunci dari suksesnya sebuah makanan. Ada berbagai macam rasa dari bumbu serta rempah masakan yang biasa kita coba, mulai dari manis, asin, asam, pedas hingga gurih. Namun, belakangan ini sebuah alat ditemukan untuk meracik dan mengkombinasikan bumbu serta rempah yang ada menjadi sebuah rasa baru dalam dunia memasak.

Teknologi Saat ini Mampu Menciptakan Berbagai Jenis Bumbu & Rempah
Sumber: fortune.com

Setelah ratusan tahun bertahan dengan teknik konvensional, beberapa ilmuwan dan koki bekerja sama untuk menemukan sebuah sistem canggih untuk meracik bumbu dan rempah untuk menciptakan rasa baru dengan bantuan artificial intelligence atau kecerdasan buatan. McCormick, salah satu perusahaan bumbu dan rempah yang bergerak dalam industri bumbu dan rempah telah menggunakan kecerdasan buatan untuk menciptakan beragam rasa baru. International Business Machines Corporation (IBM) telah mengembangkan sebuah sistem yang mampu menyimpan banyak data dari ratusan rasa bumbu dan rempah. Dimana ketika bumbu dan rempah ini diatur sedemikian rupa akan menciptakan rasa baru yang belum pernah dirasakan. 

McCormick, berencana akan memasarkan produk dengan bantuan kecerdasan buatan ini tahun depan. McCormick sudah menciptakan beberapa rasa baru seperti, Tuscan Chicken & Bourbon Pork Tenderloin. Hamed Faridi, kepala ilmuwan McCormick mengatakan jika kecerdasan buatan banyak memangkas waktu untuk menginovasi rasa baru. Sudah banyak perusahaan makanan yang menggunakan kecerdasan buatan dalam bisnisnya, hal ini akan menjadi peluang bisnis yang besar dalam industri makanan.

Kecerdasan buatan sendiri memiliki tingkat ketepatan yang sangat presisi. Sebagai contoh, kecerdasan buatan mampu mendeteksi rasa serta kandungan yang terdapat dalam bir dengan menggunakan sensor. Tentunya perusahaan juga menjamin aspek keamanan dan kenyamanan pelanggan. Sebelum produk dipasarkan ke konsumen akan dilakukan quality control dan pengecekan yang dilakukan secara berulang. Biasanya hal ini memakan waktu 2 minggu hingga 6 bulan untuk mendapatkan kualitas yang cukup baik.

Namun tetap saja, sebagai sebuah sistem kecerdasan buatan masih menggunakan standar serta takaran bumbu-bumbu masak manual sebagai dasarnya. Kecerdasan buatan akan mengolah dan meracik makanan sesuai dengan resep yang ada. Resep kemudian akan dimasak, diolah dan diberikan kepada konsumen untuk menentukan hasil akhir. Jika mash didapati kekurangan, maka perkembangan akan terus dilakukan. 

Kecerdasan buatan memang telah menciptakan banyak inovasi dalam bidang cita rasa, namun tetap saja akan menjadi bias bagi para konsumen karena rasa baru yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya. Sebagai contoh, salah satu restoran yang menggunakan kecerdasan buatan pernah membuat resep pizza. Kemudian kecerdasan buatan memberikan saran untuk menambahkan jinten kedalam pizza buatannya. Walaupun jinten bukan merupakan bumbu yang umum untuk membuat pizza tetapi ternyata, hasilnya sangat enak dan memuaskan.

Namun tetap saja, kecerdasan buatan mengalami kesalahan dalam proses memasak. Sebuah restoran yang menggunakan kecerdasan buatan ingin membuat resep dari nasi sebagai bahan utama, namun sistem menginstruksikan untuk mengganti nasi dengan garam. Teknologi memang sangat membantu dan mempermudah aktivitas kita, namun kita sendiri juga harus tetap bijak dalam menggunakannya. Tertarik untuk mencoba produk olahan dari kecerdasan buatan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
+ 89 = 90

shares