Peternakan Unggas Indonesia, Untuk Dunia

Peternakan Unggas Indonesia, Untuk Dunia

Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang mencapai lebih dari 200 juta jiwa (BAPPENAS) dapat dikategorikan sebagai negara yang memiliki tingkat konsumsi pangan yang cukup tinggi. Hal ini juga didukung dengan banyaknya produk-produk pertanian dan juga peternakan yang menjadi suplai utama pemasok bahan pangan masyarakat. Tingginya konsumsi masyarakat terhadap pangan yang tinggi juga telah membuat pemerintah meningkatkan produktivitas petani dan peternak di Indonesia.

Sumber pangan hewani, merupakan salah satu makanan sehat yang dibutuhkan oleh manusia. Dari sinilah, manusia bisa mendapatkan sumber protein bagi tubuhnya. Sumber protein ini banyak didapatkan dari produk-produk ternak seperti ayam, bebek, daging dan turunannya. Hal ini membuat negara Indonesia terus menggenjot produktivitas agar terus mampu untuk mencukupi pasokan sumber protein bagi masyarakat.

Tidak hanya bagi Indonesia, produk peternakan ini ternyata juga dilirik oleh banyak negara-negara tetangga Indonesia. Produk peternakan dapat dijadikan potensi ekspor untuk beberapa negara. Hal ini sejalan dengan pernyataan dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 

Dari beberapa negara tetangga di Indonesia, Timor Leste menjadi salah satu negara yang potensial bagi Indonesia untuk melakukan ekspor produk ternak. Beberapa produk ternak seperti anak ayam, itik, anak burung puyuh, pakan ternak hingga ternak kambing. Produk-produk tersebut merupakan produk potensial yang memiliki konsumen tinggi di Timor Leste.

Ekspor Hasil Peternakan Indonesia
Sumber: Republika.co.id

Saat ini, Indonesia sedang mengkaji Import Analysis Risk (IRA) untuk menjalankan ekspor ke Timor Leste. Analisis ini dilakukan oleh salah satu perusahaan unggas yang berada di di Jawa Timur dan Bali. Analisis ini sangat penting untuk dilakukan untuk melakukan asesmen dan penilaian kesesuaian dalam hal penerapan persyaratan dari kesehatan hewan. Jika lolos, akan terbit sertifikat yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.

Sebagai negara eksportir, Indonesia memprioritaskan untuk memenuhi persyaratan kesehatan hewan berdasarkan standar internasional yang telah ditetapkan. Hal ini dibutuhkan sebagai jaminan keamanan produk dari Indonesia. Adapun keuntungan yang akan didapatkan Indonesia adalah, Indonesia akan mendapatkan rekomendasi impor pada produk unggas dari negara importir.

Komoditas ekspor unggas dari Indonesia ke Timor Leste sudah dimulai sejak pertengahan tahun 2018. Data dari Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa produk ekspor unggas sebesar 113.600 anak ayam atau setara dengan 45.815 dolar Amerika Serikat, pakan unggas sebesar 4.209 ton atau setara dengan 758.424 dolar Amerika Serikat, daging ayam olahan sebesar 29.4 ton atau setara dengan 189.320 dolar Amerika Serikat. 

Hal ini merupakan momen penting bagi Indonesia, karena sebelumnya ada hambatan ekspor-impor antara Indonesia-Timor Leste. Tidak hanya ayam, namun produk lain seperti itik, puyuh dan kambing sangat berpotensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasar Timor Leste. Dengan adanya hal ini diharapkan agar Indonesia bisa semakin berdaulat dalam kebutuhan pangan dalam negeri dan meningkatkan ekspor pangan ke luar negeri.

Bagaimana? Tertarik untuk memiliki peternakan? 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
58 − 51 =

shares