Perkenalkan Dr. Margareth Zeigler, Pahlawan Pertanian yang melakukan Revolusi Sosial-Teknologi

Perkenalkan Dr. Margareth Zeigler, Pahlawan Pertanian yang melakukan Revolusi Sosial-Teknologi

Seiring dengan berkembangnya peradaban dan zaman, industri pertanian terus mengalami inovasi di berbagai bidang. Bidang teknologi juga menjadi salah satu aspek yang mendukung dalam pertanian, agar hasil panen serta produk pertanian yang dihasilkan dapat maksimal serta berkualitas. Hal ini membuat pertanian dan teknologi menjadi satu bagian yang tidak dapat dipisahkan.


Banyak kendala serta masalah yang dihadapi dalam bidang pertanian serta ketahanan pangan. Selain itu, masalah kelaparan juga menjadi krisis serta kendala utama yang banyak dihadapi oleh masyarakat di dunia. Banyak para ahli dan ilmuwan yang mulai memecahkan masalah serta mencari solusi alternatif untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan diatas. Maka dari itu, aspek teknologi benar-benar dibutuhkan dalam bidang pertanian. 

Perkenalkan Dr. Margareth Zeigler, ilmuwan yang berfokus dan memiliki perhatian yang cukup besar dalam masalah teknologi pangan serta pertanian. Pasti masih banyak yang bertanya-tanya, siapa dia? Dr.Zeigler merupakan ahli dibidang pangan dan teknologi pangan. Pernah bekerja menjadi direktur di Congressional Hunger Center selama 18 tahun. Saat ini bekerja sebagai eksekutif direktur di Global Harvest Initiative, sebuah perusahaan swasta yang bergerak dibidang perkembangan produktivitas pertanian.

Zeigler pernah berpidato singkat tentang permasalahan, tantangan, serta kondisi pangan dunia pada tahun 2050 dalam sebuah pertemuan internasional ASABE (American Society of Agricultural and Biological Engineers). Pidato ini cukup menggugah para peserta yang hadir pada pertemuan tersebut. Zeigler sendiri ingin membantu konsumen serta masyarakat untuk memahami bahwa produktivitas dalam bidang pertanian sangatlah dibutuhkan bagi kebutuhan pangan masyarakat dunia.

Sebagai contoh, Amerika Serikat dengan 20% populasi penduduknya sudah mampu untuk memenuhi kecukupan pangan, serta serta bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan hidup warganya. Tidak hanya itu, bahkan beberapa negara bagian di Amerika Serikat sudah mampu untuk melakukan ekspor dari produk pertaniannya ke negara lain yang dirasa membutuhkan.

Pentingnya Petani dan Ahli Pertanian untuk ketahanan pangan

Zeigler juga berpendapat bahwa dunia ini masih sangat membutuhkan petani, ahli dibidang pertanian dan biosistem, ilmuwan dan bahkan investor untuk memenuhi segala aspek perekonomian, pertanian serta pangan di dunia. Tidak hanya itu, Zeigler juga menyatakan bahwa akan terjadi dampak sosial bagi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan diberlakukannya produktivitas pada produk hasil tani, akan menekan harga yang rendah dan cukup stabil bagi para konsumen serta membantu petani untuk terus lebih produktif. Petani juga akan terus menggunakan lahan tanam baru serta mempekerjakan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat karena tingkat produktivitas yang cukup tinggi.

Namun, hal ini tidak selalu berjalan mulus sesuai dengan harapan. Akan ada banyak tantangan yang dihadapi dalam beberapa tahun ke depan, salah satunya adalah overpopulasi. Meningkatnya populasi manusia yang berlebih, akan  berdampak terhadap lingkungan serta gaya hidup masyarakat itu sendiri. Diramalkan juga, akan semakin sedikit masyarakat yang mau bekerja sebagai petani. 

Maka dari itu, Zeigler mengatakan bahwa saat ini dibutuhkan ahli-ahli yang mampu untuk menganalisa, menciptakan dan mengimplementasikan sistem teknologi bagi produksi komoditas pertanian supaya tetap terjaga. Hal lain yang menjadi fokus dalam masalah ini adalah, masyarakat sudah mulai harus sadar dan ambil bagian terhadap kondisi pertanian agar tetap produktif. Selain itu, konservasi sumber daya alam serta kebutuhan lahan yang memadai juga menjadi fokus utama bagi keberlangsungan sumber pangan di dunia.

Inilah bukti nyata bahwa sudah banyak kesadaran diri yang muncul untuk membangun serta mengembangkan pertanian. Jadilah pahlawan pertanian bagi diri sendiri, lingkungan dan dunia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
69 − 62 =

shares