Perkawinan Teknologi dan Pertanian ala Indonesia

Perkawinan Teknologi dan Pertanian ala Indonesia

Sebagai negara agraris, Indonesia sudah mulai mengaplikasikan perkembangan teknologi informasi di bidang pertanian. Hal ini menjadi perhatian pemerintah serta swasta untuk meningkatkan produktivitas dalam bidang pertanian. Selain itu juga, hal ini dilakukan agar generasi muda Indonesia semakin peka dan peduli terhadap dunia pertanian. Nantinya, tiap inovasi diharapkan dapat mengembangkan pertanian di Indonesia.

Menteri Pertanian Indonesia, Amran Sulaiman mengatakan bahwa penggunaan teknologi mutakhir dan teknologi informasi sangat diperlukan bagi pertanian di Indonesia saat ini. Selain itu juga, Menteri Pertanian menambahkan jika teknologi informasi bisa mengurangi perbedaan harga yang mencolok serta memutus mata rantai yang merugikan bagi petani ke konsumen. Sebagai contoh, harga bawang yang diberikan petani dijual dengan harga Rp. 15.000 per kg namun ketika sampai ke tangan konsumen bisa menjadi Rp. 50.000 per kg.

Tidak hanya itu, alat-alat canggih juga mulai akan digunakan untuk bertani mulai dari proses penggarapan lahan hingga proses panen. Sebenarnya, sudah mulai banyak perkembangan inovasi di bidang teknologi serta informasi pada alat-alat pertanian. Namun, dibalik dampak positifnya terdapat konsekuensi yang harus ditanggung pada bidang pertanian, antara lain berkurangnya pekerjaan bagi petani di lapangan. Tetapi, pemerintah juga sudah mempersiapkan solusi agar petani tetap bisa bekerja, namun bukan pada bidang lahan tanam itu sendiri.

“Akan ada transformasi sosial pada bidang pertanian, dahulu empat orang petani bisa kerja untuk menggarap satu hektar lahan. Saat ini dengan adanya teknologi dua petani dapat mengurus lahan serta dua petani lainnya dapat bekerja untuk melakukan pembibitan atau bekerja di hilir” ujar Amran. 

Hal ini kemudian disambut oleh pernyataan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo yang mengatakan jika masyarakat akan lebih senang untuk tinggal di desa dan menggarap desa menjadi lebih baik. Namun, dengan syarat jika desa tersebut terjamin serta ada kesempatan untuk memiliki usaha serta bekerja. Selain dua faktor utama di atas, faktor lain yang wajib diperhatikan adalah masalah infrastruktur di berbagai bidang.

Hal ini terbukti dengan berkurangnya masalah urbanisasi warga ke Jakarta. Pemerintah berjanji untuk membantu menciptakan lahan usaha serta lapangan kerja yang memiliki banyak nilai tambah bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan. 

Teknologi 4.0 yang saat ini sedang gencar dikembangkan dibeberapa negara telah menjadi peluang yang sangat besar bagi Indonesia. Akan ada banyak anak muda di Indonesia yang ingin mencoba peluang untuk bergerak di bidang ekonomi kreatif dalam membantu petani dan pertanian di Indonesia lewat teknologi informasi. 

Kundhavi Kadiresan, Perwakilan Regional Food and Agriculture Organization untuk bagian Asia Pasifik menyatakan jika Petani memiliki peran yang sangat besar bagi kebutuhan pangan global. Sekitar setengah miliar penduduk di dunia ini berprofesi sebagai petani. Sekarang, seluruh masyarakat juga sudah harus bergerak serta berkontribusi untuk petani dan menjamin ketahanan pangan bagi semua. 

Perubahan iklim juga jadi salah satu alasan berkurangnya minat masyarakat muda terhadap pertanian. Stigma pertanian yang tidak memberikan banyak keuntungan juga menjadi tantangan besar yang dihadapi saat ini. Sangat penting rasanya untuk meningkatkan produktivitas di bidang pertanian dan mengaplikasikan teknologi yang sesuai. Inovasi teknologi yang dilakukan generasi muda juga diharapkan dapat berkolaborasi dalam mengembangkan sektor agrikultur di Indonesia. 

Bukan hanya itu, regulasi pemerintah terhadap pihak swasta dalam hal pengelolaan bidang pertanian juga mulai harus diperhatikan. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sangat mendukung untuk menerapkan teknologi 4.0 pada aspek pertanian untuk meningkatkan efektivitas serta efisiensi dalam produksi tani.

Sudah mulai banyak inovasi dalam bidang pertanian, terutama dalam bidang teknologi informasi. TaniHub sebagai aplikasi yang menghubungkan langsung Pertanian dengan Teknologi dan nantinya memberikan Dampak Sosial bagi seluruh lapisan telah berusaha mengaplikasikan hal ini dan memberikan dampak positif serta kesejahteraan bagi para petani. Dengan menggunakan aplikasi ini mitra TaniHub (Petani) langsung terhubung dengan konsumen, sehingga petani tidak perlu menjual panennya melalui beberapa pihak dan mengalami banyak kerugian serta khawatir tidak bisa mendapatkan pangsa pasar.

Ingin mendukung keberlangsungan para petani kita? Segera unduh aplikasi TaniHub untuk menikmati karya petani kita dan rasakan dampaknya.

#TeknologiUntukPetani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
+ 27 = 29

shares