Peralatan Teknologi Canggih Petani Indonesia, Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Kita

Peralatan Teknologi Canggih Petani Indonesia, Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Kita

Dalam menjalankan kegiatan bertaninya, para petani jelas membutuhkan banyak waktu serta biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tetapi justru beberapa petani mendapatkan kerugian yang besar. Selain biaya dan waktu yang dikeluarkan habis-habisan, hasil panen yang tidak sesuai hingga gagal panen selalu menghantui para petani. Teknologi memang dibutuhkan para petani untuk menghindari hal-hal tersebut.

Kehadiran teknologi bagi para petani akan menghasilkan efisiensi serta efektifitas yang cukup berpengaruh pada hasil panen pertanian. Sudah banyak pengaplikasian teknologi dalam pertanian yang mempermudah para petani dalam melakukan kegiatan penanaman, pemeliharaan hingga panen. Waktu dan biaya yang dikeluarkan juga tidak banyak sehingga petani bisa menyimpan hal tersebut untuk kepentingan lainnya. Saat ini, sudah mulai banyak petani yang mengaplikasikan penggunaan teknologi dalam kegiatan pertaniannya.

Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk terbanyak, jelas membutuhkan pasokan pangan yang tinggi. Sekitar 28.79% penduduk Indonesia bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Tentu saja, hal ini juga membuat para petani Indonesia menggunakan peralatan teknologi untuk mempermudah dan menghemat biaya serta waktu yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah dan berkualitas. 

Peralatan Teknologi Bagi Petani
Sumber: solopos.com

Berikut ini adalah beberapa produk teknologi yang digunakan petani Indonesia dalam mempermudah kegiatan pertaniannya.

Transplanter: Alat ini dijadikan salah satu rekomendasi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian bagi para Petani padi di Indonesia. Alat ini sangat presisi dan tepat dalam penanaman padi. Selain itu juga, alat ini dapat mengukur jarak yang tepat dan sesuai antar satu padi dengan padi yang lain. Transplanter sendiri mengambil konsep jajar legowo dari Jawa Timur dalam pengaplikasian penanamannya. Alat ini juga telah terbukti mampu untuk meningkatkan produktivitas pertanian hingga 30%. Harga dari transplanter ini bisa dikatakan sedikit mahal, namun ada subsidi dari pemerintah bagi petani beras yang ingin memiliki alat ini. Transplanter juga telah diciptakan dengan model yang cukup aerogonomis, sehingga alat ini tidak mudah tenggelam kedalam lumpur karena mampu untuk mengapung di pekarangan sawah. Tidak hanya itu, alat ini juga sangat ringan sehingga mampu memudahkan kerja dari para petani.

Indo Combine Harvester: Teknologi ini dapat memudahkan petani dalam melakukan panen. Mulai dari pemotongan, pengangkutan, perontokan, pembersihan, sortasi hingga pengarungan beras. Hal ini membantu petani dalam efisiensi waktu dan tenaga. Mesin ini cukup dioperasikan oleh 3 orang dengan kapasitas 4-6 jam per hektar. Berbeda jika menggunakan tenaga manusia, selain membutuhkan tenaga yang banyak hal ini akan membutuhkan banyak waktu. Inovasi pada alat ini sudah banyak dikembangkan sehingga alat ini tidak bisa tenggelam dalam lumpur. Peralatan ini akan meningkatkan produktivitas pertanian hingga 99.5%.

Baca juga: Drone Sebagai Teknologi untuk Pertanian

Mesin Pemilah Benih Unggul: Benih merupakan awalan yang sangat penting dalam industri pertanian. Benih yang sangat unggul, sudah barang tentu akan menghasilkan hasil yang berkualitas. Namun terkadang, petani sering kesulitan dalam melakukan pemilihan benih yang layak ditanam dan tidak. Selain membutuhkan banyak waktu, kejelian dalam memilih jutaan benih juga diperlukan. Dengan bantuan teknologi, alat ini mampu memilah benih mana yang cocok ditanam dan tidak hanya dengan teknik sortir mesin.

Alat Pengering Kedelai: Alat teknologi ini sangat membantu petani untuk mencegah penurunan kualitas dari kedelai karena proses pengeringan yang terlambat. Dengan bantuan dari alat ini, dapat mempersingkat waktu pengeringan sehingga menjadi lebih efisien. Biasanya, dibutuhkan waktu selama 8 hari untuk mendapatkan kedelai yang kering secara sempurna. Sekarang, dengan bantuan alat ini petani hanya membutuhkan waktu 1 hari untuk proses pengeringan kedelai. Tanpa gangguan cuaca dan lainnya. Hal ini juga mampu untuk meningkatkan tumbuh benih hingga 90.3%.

Instalasi Pengolahan Limbah: Limbah ternak atau pertanian merupakan salah satu kendala yang sulit diolah oleh para petani. Namun, dengan bantuan dari teknologi ini, limbah sisa ternak dan tani dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai guna yang tinggi. Biasanya limbah sisa ternak ataupun pertanian ini diolah menjadi biogas ataupun pupuk organik. Tidak akan ada lagi masalah pencemaran lingkungan dari limbah sisa ternak dan pertanian.

Inovasi dan perkembangan dalam peralatan teknologi pertanian terus berkembang menjadi lebih baik. Hal ini memang sengaja diciptakan untuk para petani agar mampu meningkatkan produktivitas serta memperhatikan aspek efisiensi dalam pertanian. Sudah mulai banyak petani Indonesia yang mulai menggunakan peralatan teknologi ini dalam mencukupi suplai kebutuhan pangan kita. Sudah saatnya juga bagi kita, untuk berterima kasih kepada para petani karena jasa mereka. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
33 − 26 =

shares