Mengenal Bioteknologi, Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pertanian

Mengenal Bioteknologi, Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pertanian

Pertanian merupakan salah satu kegiatan penting bagi manusia untuk menyambung kehidupan. Sebagai negara agraris, Indonesia banyak menyumbang hasil panen yang melimpah untuk mencukupi kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia sendiri maupun negara tetangga. Kualitas serta kuantitas dari hasil panen itu sendiri, menjadi poin penting bagi industri pertanian untuk memaksimalkan hasil panennya sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Seiring dengan perkembangan zaman, industri pertanian terus mengalami perubahan dan inovasi yang dapat dikatakan signifikan. Untuk memenuhi demand dari konsumen yang cukup tinggi, industri pertanian banyak melakukan penelitian di bidang teknologi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Mulai dari teknologi alami hingga teknologi buatan dilakukan agar kualitas hasil pertanian dapat maksimal.

Bioteknologi, merupakan salah satu teknologi alami yang dilakukan agar panen yang dihasilkan dapat maksimal. Bioteknologi sendiri merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang mempelajari manfaat serta produk yang dihasilkan. Bioteknologi sendiri memanfaatkan organisme hidup agar dapat menghasilkan panen yang unggul dan berlimpah. Selain itu juga, manfaat penting dari Bioteknologi itu sendiri mampu mengatasi persoalan-persoalan lumrah yang sering dihadapi dalam bidang pertanian seperti:

  • Hama tanaman
  • Waktu panen yang lama
  • Kualitas panen yang buruk
  • Varian yang sedikit

Dengan mengaplikasikan bioteknologi dalam bidang pertanian, petani dapat terbantukan untuk menghadapi permasalahan yang biasa dihadapi sehingga dapat menghasilkan panen yang unggul, terbebas dari penyakit serta hasil panen yang melimpah.

Bioteknologi memiliki beberapa cara dalam pengaplikasiannya, diantaranya adalah:

  1. Kultur Jaringan: Dibagi menjadi dua kata, yaitu Kultur dan Jaringan. Kultur sendiri memiliki arti budidaya serta jaringan sendiri adalah sel yang memiliki sifat sama. Jadi, kultur jaringan merupakan sebuah teknik untuk memperbanyak tanaman dengan mengisolasi bagian tanaman seperti daun, batang serta akar yang ditumbuhkan pada media buatan yang memiliki banyak nutrisi. Biasanya tanaman akan dibudidayakan dalam botol kaca yang steril dan disimpan dalam suhu tertentu. Nantinya, tanaman akan memperbanyak dengan sendirinya. Seorang ahli Botani asal Inggris, Frederick C Steward pernah melakukan eksperimen kultur jaringan yang menggunakan wortel. Hal ini terbukti, bahwa kultur jaringan mampu memperbanyak produktivitas tanaman dengan waktu yang cukup singkat.
  2. Teknik Hidroponik: Teknik ini menggunakan media tanam tanpa tanah seperti sekam, arang, atau pasir. Kunci utama dalam melakukan teknik hidroponik adalah pemberian nutrisi serta zat hara yang dibutuhkan tanaman lewat pupuk organik dan dilarutkan lewat air. Banyak keuntungan yang didapatkan oleh petani dengan menggunakan teknologi ini, beberapa diantaranya adalah; tanaman menjadi lebih cepat untuk tumbuh, produktif, efisien, tidak membutuhkan tempat yang begitu besar, cuaca tidak mempengaruhi tumbuh kembang tanaman serta terbebas dari hama penyakit.
  3. Aeroponik: Berbeda dengan hidroponik, aeroponik hanya membutuhkan air dan udara bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Teknik ini bekerja dengan cara menggantungkan akar tanaman di udara dengan wadah serta temperatur tertentu serta dijaga kelembabannya. Tanaman akan mendapatkan nutrisi dari nutrien yang disemprotkan secara rutin pada akar tanaman.
  4. Transgenik: Teknik ini menggunakan rekayasa genetik dalam perkembangannya. Tanaman yang dipilih diberikan gen bakteri yang menghasilkan senyawa endotoksin. Senyawa ini nantinya akan membantu tanaman untuk mengatasi hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman. Banyak manfaat serta keuntungan yang diperoleh bagi petani dalam menggunakan teknik ini, diantaranya adalah: Tidak perlu menggunakan pestisida, tanaman mampu menghasilkan racun dengan sendirinya untuk menyerang hama dan penyakit,  memiliki kandungan gizi yang tinggi serta hasil panen akan lebih tahan lama dan tidak mudah busuk.
  5. Pupuk Hayati (Biofertilizer): Dalam tekniknya, mikroorganisme hidup diberikan pada pupuk yang sudah membusuk. Nantinya pupuk ini akan bermanfaat untuk menyuburkan tanah yang mampu untuk menambah nitrogen serta mikoriza dengan rekayasa genetik.

Banyak sekali teknik bioteknologi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas dari hasil panen itu sendiri. Tidak hanya petani yang bisa merasakan dampak langsung dari penggunaan bioteknologi ini, tetapi juga akan berdampak langsung pada keseimbangan lingkungan. Sudah saatnya bagi kita untuk mengurangi penggunaan produk kimia untuk kesehatan kita serta lingkungan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
+ 57 = 65

shares