Mengenal Rasa Lokal Bersama TaniHub & Mangkok Ku

Mengenal Rasa Lokal Bersama TaniHub & Mangkok Ku

Kalau tidak makan nasi, rasanya belum makan!”, bukan lagi pepatah tapi memang pola makan orang Indonesia. Tapi, sejauh mana kita kenal dengan jenis-jenis beras di Indonesia? Co-Founder Mangkok Ku, Randy Julius Kartadinata dan Head of Trade Procurement dari TaniHub Group, Yanto Liem membahas lebih dalam mengenai kualitas beras dan cita rasa nusantara di dalam sesi “Meet The Expert”.

Beras dan Masyarakat Indonesia

Beras memang sering diberitakan, namun banyak dari kita sendiri tidak begitu mengenal hasil pangan yang hampir kita temui setiap hari. Bayangkan saja per orang di Indonesia bisa menghabiskan 300 gram dalam sehari, atau seukuran setengah bola basket

Jika kita telisik sedikit dari sejarah, kedekatan orang Indonesia terhadap nasi pun sudah ada sejak puluhan ribu tahun yang lalu. Dalam naskah-naskah kuno seperti Negarakertagama ditulis bahwa beras telah dibudidayakan secara luas sejak masa kekuasaan Majapahit. Tidak heran mengapa dahulu Indonesia mencapai swasembada beras!

Sejarah padi Indonesia
Sumber: Istimewa

Pengetahuan itulah yang sering hilang di tengah-tengah kita. Maka kami menghadirkan Meet The Expert” untuk meningkatkan kesadaran akan cerita dan proses dibalik sajian yang kita nikmati setiap hari. Mari kita tes pengetahuan kita akan citarasa lokal kesayangan kita ini!

Jenis Beras di Indonesia

Pertanyaan ke-1: Apa saja jenis beras yang kamu ketahui?

Ada yang menjawab jenis beras berdasarkan warna seperti beras putih, beras merah, beras coklat, dan beras hitam. Ada yang menyebutkan merk beras yang ramai di pasaran. Tak ada yang salah dengan jawabannya. Namun jika benar-benar melihat darimana jenis beras berasal, menurut Yanto Liem, Head of Trade Procurement TaniHub Group, jenis beras secara general ditentukan dari beberapa daerah lumbung beras di Indonesia

Bicara beras lokal

Dikatakan lumbung beras apabila produksi beras lebih besar daripada konsumsi beras di daerah tersebut, seperti di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah seperti Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan. 

Seperti di Jawa Barat ada  jenis setra ramos dan pandan wangi yang terkenal wangi dan pulen. Lalu di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kita bisa temukan jenis beras Rojolele yang banyak diproduksi.

Pertanyaan ke-2: Beras manakah yang merupakan beras lokal?

Para audience pun memutuskan jika yang merupakan beras luar adalah salah satu sampel dengan karakteristik gemuk dan bulat serta berwarna putih cerah. 

Jenis-jenis beras lokal

Respon menunjukkan bahwa terdapat stigma jika beras lokal mungkin tidak akan memiliki karakteristik yang bagus seperti beras luar. Padahal semua beras yang kala itu disediakan merupakan beras produksi nasional! Hal itu menunjukkan bahwa petani kita memiliki kapasitas yang besar untuk memproduksi beras berkualitas. Dan tentunya dihargai secara adil sesuai dengan kualitas yang mereka hasilkan.

Jenis beras Indonesia

Randy Julius Kartadinata Co-Founder Mangkok Ku sebagai seorang pengusaha kuliner pun menyampaikan pendapatnya terkait jenis beras. 

“Beras atau nasi bagi masyarakat Indonesia memang bukan hanya sekedar makanan atau kebutuhan sehari-hari. Namun telah menjadi bagian dari budaya nenek moyang. Dimana beras dijadikan simbol kesejahteraan bagi sebuah masyarakat.”

Nasi dalam Citarasa Nusantara

Lalu jika berbicara soal beras, tak bisa terlepas dari beraneka ragam sajian nasi yang dipadupadankan dengan lauk khas sebuah daerah. Mulai dari nasi padang, nasi ulam, nasi campur bali, nasi kucing, nasi krawu hingga nasi tutug oncom. Yang mungkin beberapa sajian itu belum pernah dicicipi bahkan ditemui.

Hal tersebut kami suntikkan pada sesi “Meet The Expert” kali itu, dimana para audience diminta untuk menebak dari manakah sajian nasi yang paling bercita rasa nusantara. Apakah mereka bisa mengenali rasa tersebut. 

Rice bowl cita rasa lokal

Hal menarik yang kami temukan adalah para audience bisa mengenali sajian nusantara melalui aromanya. Dimana aroma beras lokal memiliki ciri khas yang kuat.

Terlepas dari nasi itu sendiri, rasa pedasnya sambal khas Indonesia dan rempah-rempah memang menguatkan karakter sajian nusantara dengan sajian nasi dari negara-negara lainnya. 

Co-Founder Mangkok Ku, Randy Julius Kartadinata mengatakan sebagai salah satu brand kuliner lokal, Mangkok Ku berkontribusi dengan selalu berusaha menggunakan bahan-bahan produk lokal. Untuk mencapai tujuan tersebut, Mangkok Ku bekerjasama dengan TaniHub untuk memanfaatkan beras dari petani-petani Indonesia sehingga turut mendukung perekonomian lokal. 

CEO Mangkok Ku

TaniHub juga mengajak para masyarakat untuk lebih mengenal dan mengapresiasi tiap hasil pangan Indonesia yang hadir di atas meja makan kita setiap hari. 

Selengkapnya mengenai rasa lokal tersebut kamu bisa tonton di video “Meet The Expert” di channel YouTube TaniHub, dimana para ahli dalam industri kuliner dan pertanian bertemu dan membawa kita untuk jauh lebih mengenal tentang cita rasa dan hasil pertanian Indonesia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
+ 50 = 58

shares