Ini Lima Komunitas Urban Farming di Kota mu!

Ini Lima Komunitas Urban Farming di Kota mu!

Berkebun tak harus di gunung, tak harus di desa, tak harus di lereng. Coba lihat halaman depan rumahmu, coba pandang dinding kosong di teras mu atau sepetak tempat di atas meja kerjamu. Semuanya bisa jadi ruang menanam kehidupan baru bagi tumbuhan, yang suatu hari nanti dapat kamu nikmati bersama sanak famili.

Komunitas-komunitas ini sudah melakukannya. Terlebih tumbuhnya komunitas urban farming di kota-kota besar, membuat kami merasa ikut senang. Karena sudah ada sebuah kolektif yang telah tergugah akan pentingnya pertanian dan lingkungan hijau di perkotaan.

Nah, untuk kamu yang tinggal di sekitar Jakarta dan kota-kota lainnya ada beberapa komunitas penggiat urban farming nih yang bisa kamu ikuti, dan sekaligus kamu serap pengetahuannya.

1. Jakarta Berkebun

Jakarta berkebun kelompok Urban Farming yang digagas oleh arsitek Ridwan Kamil, untuk menggarap sebuah komunitas yang menggalakan kegiatan bercocok tanam di kota Jakarta. Komunitas Jakarta Berkebun terdiri dari orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda mulai dari arsitektur, pemerhati & perancang kota, marketing-communication, teknik, keuangan, entrepreneur, hospitality, entertainment, pekebun dan dibantu oleh beberapa praktisi botani dan juga mahasiswa yang kesemuanya bergabung untuk mewujudkan cita-cita mereka.

2. Kebun Kumara

Sebuah kebun belajar, yang bertujuan mengajak masyarakat perkotaan untuk hidup lestari. Kebun Kumara berusaha menjadi social enterprise yang memberi manfaat sosial dan lingkungan secara berkelanjutan. Dari anak-anak, remaja, hingga dewasa bisa belajar konsep bercocok tanam di perkotaan di sini.


3. Kebun Ide
Kebun Ide berada di Bintaro, Tangerang Selatan. Di Kebun Ide kamu dapat belajar mengenai teknik-teknik urban farming serta ikut kelas-kelas kreatif yang dapat mengasah kemampuanmu. Kolektif ini mengimplementasikan perkebunan hidroponik di pinggir kota. Pada dasarnya adanya Kebun Ide bertujuan untuk menciptakan sumber udara segar di perkotaan melalui lahan hijau yang ia rawat.

4. Sendalu Permaculture
Kata siapa berkebun itu harus punya lahan dulu?” Semuanya bisa, dimulai dari diri sendiri dulu.” Kutipan dari salah seorang penggiat Sendalu Permaculture. Dibanding dengan konsep urban farming lainnya, permaculture mengimplementasikan tiga etika utama (1) Peduli terhadap manusia, (2) Peduli terhadap alam, dan (3) Berbagi adil untuk alam dan manusia. Sebuah konsep yang menenangkan jika dapat diterapkan.

5. YPBB Bandung
Kalau kamu berada di Bandung kamu bisa ikutan dengan komunitas yang satu ini. YPBB adalah sebuah yayasan non-profit yang mendedikasikan diri mereka untuk mendukung masyarakat mencapai kualitas hidup yang tinggi dan berkelanjutan, baik di masa kini maupun di masa generasi mendatang, melalui gaya hidup selaras alam (atau organis). YPBB mengedukasi para masyarakat untuk melakukan zero waste dan salah satu caranya melalui pertanian kota.

Selain mengenal komunitas-komunitas di atas, untuk kamu yang tertarik dengan urban farming, TaniHub dalam rangkaian acara TaniFest juga mengadakan Workshop Urban Farming bersama Cap Panah Merah. Kamu akan belajar teknik dasarnya dari penyemaian, pemupukan, pindah tanam dan merawat tanaman dengan baik. Tertarik? Langsung daftar workshopnya di sini: Workshop Urban Farming.

#sayajugapetani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
3 + 1 =

shares