Kekuatan Pertanian Untuk Perekonomian di ASEAN

Kekuatan Pertanian Untuk Perekonomian di ASEAN

Berbicara masalah pertanian, hampir seluruh negara di dunia ini, terutama negara yang tergabung dalam ASEAN menggantungkan pekerjaan serta usahanya lewat pertanian. Tidak bisa dipungkiri, pertanian menjadi salah satu proses penting manusia dalam menjalani kehidupannya. Tanpa bertani, mustahil rasanya bagi manusia untuk bertahan hidup. Selain itu pertanian masih menjadi tulang punggung bagi kebutuhan pangan di seluruh dunia.

Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dari kegiatan pertanian, kegiatan ekonomi menjadi salah satu concern utama bagi beberapa negara-negara di dunia untuk menggantungkan agrikultur sebagai salah satu kekuatan perekonomian negaranya. ASEAN (Association of Southeast Asia Nation) merupakan perkumpulan negara negara di Asia Tenggara yang masih menggantungkan pendapatan perekonomian negaranya lewat agrikultur. Kawasan ASEAN juga dapat dikatakan kawasan yang cukup produktif dalam bidang agrikultur di dunia.

Fakta dan data menyatakan, bahwa pada tahun 2012 produksi hasil panen di kawasan ASEAN mengalami kenaikan yang cukup drastis. Sebanyak 29 juta ton beras, 40 juta ton jagung, 171 juta ton tebu, 1.44 juta ton kedelai serta 10.34 juta ton singkong. Untuk hasil panen beras sendiri, peningkatan produksi meningkat hingga 30% bahkan, pernah menyentuh angka 132.8 juta ton beras. Hal ini membuat negara negara di kawasan ASEAN meningkatkan fokus ekspor beras menjadi prioritas utama.

Walaupun telah menjadi negara eksportir penghasil bahan pangan pokok terbesar, kebanyakan negara-negara di kawasan ASEAN masih mengalami kendala serta masalah yang cukup sulit untuk dihadapi. Tingginya demand dari investor, membuat negara-negara di kawasan ASEAN sedikit kesulitan untuk memenuhinya. Beberapa kendala tersebut antara lain adalah: Iklim yang tidak menentu, kesuburan tanah di beberapa daerah, infrastruktur, irigasi, teknologi, perizinan dan beberapa hal lain yang membuat sulitnya untuk mengatur pasokan rantai makanan.

Peningkatan investasi dibidang pertanian, khususnya di negara-negara kawasan ASEAN semakin meningkat tiap tahunnya. Maka dari itu, kerjasama antara swasta serta negara untuk mengembangkan investasi dibidang pertanian terus dikerjakan. Hal ini, diiringi dengan pembangunan infrastruktur serta teknologi untuk mengatasi kendala-kendala serta masalah-masalah yang dihadapi selama ini. 

ASEAN, sebagai rumah bagi 600 juta penduduk jiwa masih bertahan sebagai penguasa produksi bahan pangan bagi negara-negaranya, negara di Asia Timur serta negara di Asia Selatan. Namun, mulai meningkatnya penduduk di Asia khususnya penduduk dalam kelas menengah keatas telah merubah pola hidup dan meningkatkan kapasitas pembelian makanan. Banyak penduduk yang mencoba beralih menggunakan produk-produk eropa yang lebih mahal dengan alasan kualitas. Tetapi, hal ini membuat negara-negara kawasan ASEAN menjadi lebih produktif agar lebih kompetitif.

Hingga saat ini, ASEAN masih mampu untuk bertindak sebagai penyuplai utama bagi negara-negara tetangganya. Diramalkan ASEAN akan menjadi raja dan penguasa dalam bidang agrikultur di Asia sehingga mampu menambahkan surplus bagi perekonomian di Asia sendiri. Kerjasama antar negara-negara kawasan ASEAN dalam bidang agrikultur juga sudah mulai terbentuk. Sebagai contoh, Myanmar, Thailand, Laos dan Kamboja memiliki sumber air yang cukup memadai serta kondisi tanah yang rendah. Negara-negara ini memiliki peranan penting bagi transportasi untuk memfasilitasi mobilitas produksi tani dan bahan makanan. 

Tidak hanya itu, negara Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia dan Filipina juga memiliki peranan besar bagi pertanian di ASEAN. Negara-negara ini telah menyepakati untuk menjalankan mesin kapal yang berjalan antara Davao (Filipina) – Bitung (Indonesia) sejak tahun 2013 untuk mobilitas pertanian. Selain itu, kondisi agro-ekonomi yang memadai di Mindanao (Filipina) sangat menguntungkan bagi perekonomian di ASEAN. Sedangkan, Brunei Darussalam, Malaysia dan Indonesia bekerja sebagai negara produksi.

Dapat dibuktikan, kekuatan dibidang agrikultur cukup kuat sehingga mampu menggerakan roda perekonomian negaranya, meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, serta memenuhi kebutuhan pangan di negara-negara sekitar. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
− 2 = 2

shares