Saat Para Milenial Mencapai Masa Depan Pertanian

Saat Para Milenial Mencapai Masa Depan Pertanian

Milenial Indonesia mengharapkan kebiasaan bertani di Indonesia mulai berubah. Dari teknik konvensional, beralih menggunakan teknologi. Dari yang tadinya hanya buruh, menjadi petani yang mandiri berjiwa entrepreneur dan inovatif. Begitulah bayangan petani yang dapat membuat kaum milenial kagum.

Dalam industri pertanian, kami menemukan beberapa petani milenial yang memilih meneruskan pertanian yang telah dijalankan orang tuanya. Diperkirakan 30% dari 40% petani milenial tersebut dari latar belakang tingkat edukasi yang tinggi.

Ada beberapa hak istimewa yang membuat generasi milenial melirik profesi sebagai petani. Waktu kerja fleksibel, Independen yang berarti tidak berada di bawah kontrol siapa pun, dan bisa lmemiliki waktu “me time” yang lebih panjang.

Selain itu dalam membagi beban kerja, para milenial lebih nyaman memberinya kepada para teman ataupun tetangga terdekat. Ketika mulai melakukan budidaya mereka mengutamakan diversifikasi budidaya dan peningkatan harga, dibanding ekspansi lahan.

Untuk milenial lahan kecil nggak masalah asal tetap bisa produktif menjalankan beragam budidaya. Keberagaman adalah kunci dari gaya pertanian para milenial. Nah, karena itu tren urban farming akan pelan-pelan diminati oleh para milenial. Dan, hal ini cukup masuk akal. 

Mengingat di tahun 2050, 70% populasi global akan bermukim di daerah perkotaan. Akses hasil pertanian di daerah perkotaan pun akan sangat dibutuhkan.

Milenial siap menjembatani kesenjangan yang sudah mengakar pada pertanian di Indonesia. Seperti perbandingan antara kebiasaan di desa maupun di kota, pertanian konvensional versus organik, serta produk lokal dan impor. Karena keistimewaan para milenial, memiliki sikap independen dan kolaborasi yang tidak dimiliki generasi sebelumya.

Hei, kamu, milenial, tertarik untuk bekerja dalam industri pertanian? Bagikan harapanmu mengenai industri ini di kolom komentar. Terus dukung petani kita!

2 Replies to “Saat Para Milenial Mencapai Masa Depan Pertanian”

  1. Saya bantu ayah saya di kebun, dan saya sebenarnya tertarik dengan pertanian hanya saja, saya memiliki gaya yg berbeda dengan ayah dalam mengelola kebun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Math Captcha
42 − = 36

shares