Rempah, Harta Berharga Indonesia

Rempah, Harta Berharga Indonesia

Indonesia negara yang memiliki kurang lebih 17.000 pulau ini, memiliki limpahan sumber daya alam yang tidak ada habisnya. Keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia juga sangat beragam dan memiliki ciri khasnya tersendiri. Tidak hanya itu, beragam masakan khas bisa kita temui dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Ciri khas dari masakan Indonesia itu sendiri terletak dari bumbu serta rempah khusus yang hanya bisa ditemukan di Indonesia. Tak ayal, banyak negara lain yang ingin mencoba menjarah “harta berharga” yang dimiliki oleh negara ini.

Berbicara mengenai masalah rempah, Indonesia sendiri telah menguasai dan menjadikan komoditas rempah sebagai barang ekonomis sejak Indonesia masih berbentuk kerajaan Nusantara. Melimpahnya rempah-rempah yang dimiliki oleh Indonesia menarik bangsa-bangsa lain untuk mencoba mendapatkan rempah tersebut dengan berbagai cara. Mulai dari perdagangan hingga peperangan ditempuh untuk mendapatkan rempah tersebut. Bahkan, Belanda serta beberapa negara penjajah lain rela berperang selama ratusan tahun untuk mendapatkan rempah-rempah yang sangat berharga ini.

Berbagai Macam Rempah Hasil Bumi Indonesia
Sumber: perkebunan.litbang.pertanian.go.id

Rempah-rempah memang memiliki banyak nilai guna, manfaat, serta nilai ekonomis yang tinggi. Tidak hanya itu, tiap rempah memiliki cita rasa serta wangi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Banyak rempah yang tumbuh dan berkembang di Indonesia karena Indonesia memiliki iklim serta habitat yang sesuai dengan rempah, sehingga rempah dengan berbagai macam varian dapat ditemukan dengan mudah di Indonesia. Karena itu juga, Indonesia menjadi titik pusat pada jalur perdagangan rempah Internasional kala itu.

Hassan Wirajuda sebagai Pembina Yayasan Negara Rempah mengatakan, Kerajaan Sriwijaya merupakan titik perdagangan yang penting dalam menghubungkan Beijing, India, Persia serta Timur Tengah. Posisi Sriwijaya yang sangat strategis serta dikelilingi banyak pulau dan selat membuat banyak kapal-kapal dagang dan pelayaran asing melintasi kawasan Sriwijaya. Hal ini membuat Sriwijaya menjadi makro kosmos.

Rempah memang memiliki manfaat, nilai guna serta nilai jual yang cukup tinggi, maka dari itu masih banyak orang yang ingin mendapatkan rempah hingga saat ini. Profesor di bidang sejarah, Azyumardi Azra mengatakan jika rempah pada saat itu menjadi barang sesembahan sekaligus penyembuhan bagi orang yang sakit. Sehingga komoditas rempah saat ini menjadi primadona perdagangan di dunia. Jalur dagangnya pun cukup panjang, terbentang dari Kepulauan Maluku, Laut India, Laut Merah, Gunung Sinai, Laut Mediterania hingga Laut Eropa. 

Diperkirakan, perdagangan rempah sudah dimulai sejak zaman Kerajaan Mesir sekitar tahun 2000 SM. Kemudian, perdagangan ini dilanjut oleh peradaban Islam yang terus melakukan ekspansi ke berbagai belahan dunia. Saat itu, banyak pedagang-pedagang arab yang harus melakukan pelayaran berhari-hari ke Sriwijaya untuk mendapatkan rempah. Pedagang arab yang ingin mendapatkan rempah diharuskan untuk bersila kepada Raja yang berkuasa. Tidak hanya Sriwijaya, pedagang dari Arab ini juga harus melakukan perjalanan ke Maluku untuk mendapatkan rempah khusus, berdagang, mendapatkan perlindungan dari penguasa lokal hingga mendapatkan izin untuk international free trade. 

Pala, Cengkih serta Kayu Manis menjadi rebutan bangsa-bangsa asing untuk diperdagangkan saat itu. Rempah-rempah tersebut memiliki nilai jual yang tinggi dibandingkan rempah lainnya. Hingga saat ini, rempah masih dibutuhkan dan digunakan oleh banyak masyarakat. Kehidupan petani rempah juga mengalami pasang-surut. Dinamika harga rempah yang tidak menentu juga menjadi kendala yang saat ini masih sering ditemui. 

Secara tidak langsung, ini menjadi teguran sekaligus pengingat bagi kita bahwa negara ini pernah berjaya karena sumber daya rempah. Sudah saatnya bagi kita untuk bergerak dan mulai menggunakan produk rempah lokal ini untuk mengembalikan kejayaan yang kita miliki. Ayo dukung petani kita dan jadikan negara kita berjaya dengan rempah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Math Captcha
+ 49 = 50

shares