Mengenal Lebih Dekat Pertanian Keluarga di Indonesia!

Mengenal Lebih Dekat Pertanian Keluarga di Indonesia!

Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau terbentang dari Sabang sampai Merauke. Tanah nusantara dengan lahan pertaniannya terus meningkat selama satu dekade, jika dihitung dalam persen bertambah 38% dalam satu dekade ini. Berlawanan dengan kenyataan tersebut, total Produk Domestik Bruto terus menurun yang selama ini adalah sebuah indikator penting dalam menentukan kesehatan ekonomi suatu negara.

Pertanian adalah sektor peringkat kedua tertinggi di Indonesia sebagai sumber mata pencaharian rata-rata masyarakat yang berada di pedesaan. Dengan 33% nya bekerja sebagai buruh tani yang menggantungkan hidupnya di lahan milik tuannya. Sedangkan 93% dari jumlah total petani Indonesia berasal dari jenis pertanian keluarga kecil. Para petani dalam kelompok kecil mendominasi budidaya seperti padi, singkong, jagung, serta tanaman komersial lainnya. 

Karakteristik Pertanian Keluarga Kecil

Di Indonesia jenis pertanian keluarga kecil dilakukan pada lahan seluas 0.6 hektar, digarap oleh lima hingga enam petani dengan tingkat pendidikan hanya mengenyam bangku sekolah dasar. Kenyataan lainnya, perempuan tidak memiliki cukup ruang dalam sektor pertanian.Total hanya sekitar 11 persen pertanian keluarga yang diketuai oleh perempuan sebagai ketua kelompok petani.

Dari segi zona Agro-klimatik di Indonesia, pertanian di Indonesia sangatlah beragam. Contohnya, daerah Iklim Tropis dengan curah hujan sedang menawarkan potensi untuk menyuburkan lahan padi. Sedangkan, untuk budidaya dalam jangka waktu temporer, dataran tinggi menawarkan kemurahan alamnya bagi jenis pertanian seperti kopi, teh, aneka rempah, kelapa sawit, sayuran dan buah-buahan. Pertanian di dataran tinggi dan rendah memberikan perbedaan dalam cara pertanian keluarga membudidayakan jenis pertaniannya.

Situasi Ekonomi dan Diservikasi

Rata-rata pertanian keluarga kecil di Indonesia hanya menyumbang 49% pendapatan pertahun, di mana angka tersebut memperlihatkan masih rendahnya tingkat pendapatan petani Indonesia dibandingkan negara di Asia Tenggara lainnya. Peluang untuk melakukan diversifikasi pangan sangat diperlukan untuk diterapkan petani Indonesia. Sehingga dapat memberikan keberlanjutan bagi mata pencaharian mereka tanpa terkendala oleh musim.

Produktivitas dan Teknologi

Petani kecil di Indonesia kebanyakan masih belum dapat merasakan keistimewaan dari sentuhan teknologi dalam proses pertaniannya. Selain itu jenis tanaman yang rentan berdampak oleh cuaca, membuat petani kecil tidak tertarik untuk membudidayakannya. Risiko yang diambil tidak sebanding dengan usaha yang akan mereka berikan. Mendukung petani kecil untuk melakukan diversifikasi pangan dan permodalan adalah salah satu solusinya. Inilah salah satu kunci meningkatkan produktivitas petani dan menstabilkan pendapatan mereka. 

Jika kamu tertarik mendukung petani kita, ada dua cara paling sederhana yang bisa kamu lakukan. Membeli hasil pertanian mereka melalui TaniHub atau mendukung dari sisi permodalan budidaya para petani dengan TaniFund. Selalu ada cara untuk mensejahterakan petani Indonesia. Itulah yang kami percaya hingga hari ini. 

#dukungpetanikita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Math Captcha
84 − 82 =

shares