Comfort Food? Jadi Tenang & Nyaman Setelahnya!

Comfort Food? Jadi Tenang & Nyaman Setelahnya!

Setelah melewati hari yang melelahkan, menghadapi macetnya jalanan, hampir diserempet pengemudi ugal-ugalan namun berakhir batal dinner dengan orang tersayang. Kamu butuh sebuah pelarian untuk menentramkan pikiran bukan? 

Comfort food mungkin jadi salah satu solusinya. Ia bisa hadir dalam beragam bentuk, bisa jadi masakan kesukaanmu sedari kecil atau junk food yang kamu idam-idamkan sedari pagi.  Tapi, sebenarnya apa sih comfort food itu? 

Menurut International Journal of Gastronomy and Food Science, comfort foods adalah makanan-makanan yang dapat menyalurkan perasaan penghiburan dan sejahtera, terutama secara emosional. Penyebabnya jenis makanan tertentu memang bisa memicu keluarnya hormon serotonin yang memberikan perasaan relaks, dan endorphin yang menimbulkan perasaan bahagia.

Selain itu, hal ini juga dapat disebabkan keadaan saat kamu menyantap comfort food, ketika seluruh indera tubuhmu terutama perasa, penciuman serta sentuhan bekerja secara sempurna sehingga kamu merasakan pengalaman paling maksimal saat menikmati makananmu.

“Comfort Foods sangat menenangkan karena ia memberi kenyamanan psikologis” – Brian Bender, Ahli Nutrisi.

Menurut Shira Gabriel Associate Professor of Psychology di University of Buffalo menjelaskan, bahwa biasanya, pilihan comfort foods kita saat dewasa memiliki relasi dengan makanan favorit kita semasa kanak. Seperti jika saat kanak-kanak kamu menyukai eskrim dan saat dewasa kamu sangat menyukai eskrim di momen-momen stress out, ada kemungkinan eskrim adalah comfort food mu. Dan, pada umumnya seruan untuk menikmati comfort foods datang ketika kita merasa kesepian dan ditolak, atau sebagai bentuk perlawanan atas perasaan-perasaan negatif. 

Namun, apakah comfort food bisa jadi solusi positif untuk membantu kita menghadapi perasaan-perasaan buruk yang kita alami? Tentu bisa, namun jika kebiasaan ini tidak kita hadapi dengan bijak, contoh: jika comfort food mu adalah makanan yang memiliki efek samping kurang baik bagi tubuh akan berdampak kurang baik jika dikonsumsi secara berlebihan tentunya.

Nah, Baru-baru ini terdapat penemuan bahwa diet nabati dapat meningkatkan produksi serotonin dan diet tinggi gula dapat memicu pelepasan sitokin dan respons inflamasi yang terkait dengan depresi dan jenis penyakit lainnya. 

Sebenarnya juga, kamu tetap dapat menikmati comfort food dengan menikmati berbagai bahan makanan dengan plant-based yang juga dapat meningkat produksi serotonin. Ketika sedang stress, kita mungkin beralih ke comfort food tidak sehat yang pada akhirnya akan memperburuk suasana hati kita dalam jangka panjang. 

Padahal, ada pilihan lain seperti sayuran atau buah-buahan yang memang dapat memberikan kamu perasaan tenang karena kandungannya. Seperti kale, alpukat, kacang mete, susu almond dan biji bunga matahari untuk dimakan dengan sepotong roti. Karena makanan tinggi tryptophan membantu meningkatkan mood dan asam amino, adalah prekursor dalam produksi neurotransmitter serotonin; keduanya terlibat dalam pengaturan mood manusia. 

Ingin menikmati comfort food yang lebih menyehatkan dan bisa kamu jadikan menu salad atau sup sayur harian? Temukan bahan bakunya hanya di aplikasi TaniHub, tersedia berbagai macam hasil tani dari sayur, buah-buahan, biji-bijian hingga rempah untuk mendukung kualitas hidup sehatmu yang disediakan langsung dari petani lokal. Download aplikasinya sekarang juga!

#dukungpetanikita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Math Captcha
− 9 = 1

shares