Cemara, Si Pohon Natal Yang Mendunia

Cemara, Si Pohon Natal Yang Mendunia

Natal, selalu identik dengan pohon, pernak-pernik dan hiasan berwarna merah dan hijau yang tergantung dan tertempel di rumah. Selain itu, banyak icon-icon natal yang selalu menjadi ciri khas. Hiasan kaus kaki , patung sinterklas hingga pohon natal dengan gantungan lampu warna-warni menjadi ornamen wajib natal yang harus ada.

Berbicara masalah pohon natal, pohon ini selalu menjadi ciri khas. Pohon yang tinggi, memiliki bentuk seperti payung dan daun seperti jarum membuat pohon ini digunakan sebagai pohon natal. Namun apakah kalian tahu, pohon apa yang biasa dijadikan pohon natal ini? Pohon cemara. Pohon cemara ini merupakan pohon yang kokoh dan banyak ditemui hampir di seluruh penjuru dunia.

Pohon cemara ini biasa ditemukan di tanah dengan dataran tinggi dengan udara yang cukup sejuk. Pohon cemara juga memiliki daun yang lebar dan memiliki bentuk seperti jarum, memiliki akar yang cukup kuat dan dalam serta memiliki batang dan kulit yang cukup kasar. Selain dijadikan pohon natal, pohon cemara ini juga biasa dijadikan sebagai bahan bangunan, mebel, pulp (bahan kertas), dan triplek. 

Baca juga: Kue Jahe, Kudapan Natal Khas Untuk Keluarga

Pohon cemara mampu tumbuh di ketinggian 400-1500 mdpl dengan tanah yang memiliki struktur sedang dan ringan.

Budidaya pohon cemara dapat dikatakan cukup mudah. Untuk mencari benih unggul dapat mencari bunga cemara kering dengan warna kulit kecoklatan dan memiliki bintik hitam. Selain itu, juga harus dicari bunga yang berbentuk bulat dan padat serta tidak memiliki kerutan. Jika sudah mendapatkan bunga cemara seperti kriteria diatas kalian sudah harus mulai mengeluarkan benih di dalam bunga tersebut.

Jika sudah dikeluarkan, rendam benih di dalam air selama kurang lebih 3 jam. Jika sudah sortir benih dengan mengambil benih yang tenggelam dan buang benih yang mengapung. 

Penyemaian

Langkah selanjutnya adalah, memulai semaikan benih di media tanah dan pasir dengan perbandingan 2:1. Sebelumnya media harus dipanaskan dan dijemur dibawah terik matahari selama kurang lebih 4-6 jam. Tebar benih ke dalam media dan simpan benih di 

tempat yang aman, teduh, serta terhindar dari hujan dan panas.

Setelah masa penyemaian, biasanya selama 10-15 hari akan mulai tumbuh bibit. Jika sudah demikian, perawatan terhadap tanaman ini sudah harus mulai ekstra. 

Perawatan

Selain teknik penyemaian, teknik lain seperti cangkok dan stek juga bisa dilakukan untuk budidaya pohon cemara ini. Cukup siram tanaman ini tiap pagi dan sore dan berikan pupuk NPK sebanyak 2 minggu sekali. Jika mulai terlihat adanya penyakit atau hama tanaman sudah harus mulai dikarantina supaya penyakit tidak menyebar ke tanaman lainnya.  

Jika tanaman sudah mulai bertumbuh, tanaman mulai bisa dipindahkan ke lahan tanam. Sebelumnya, lahan tanam harus diolah terlebih dahulu. Hal terpenting adalah menabur kompos di lahan tanam selama 3-4 minggu sebelum pemindahan tanaman. Hal ini dilakukan agar membuat tanah semakin gembur dan subur.

Bila dirasa sudah siap, masukan bibit pada lahan tanam yang sudah dipilih, tutup lubang dengan tanah dan padatkan dengan media tanam serta akhiri dengan menyiram lahan untuk menjaga kelembaban tanah.

Pemeliharaan:

Pemeliharaan pohon cemara ini pun dikatakan cukup mudah. Cukup memberikan obat terhadap tanaman yang sakit, mencabut gulma atau tanaman pengganggu. Dengan demikian tanaman akan tumbuh subur

Panen:

Masa panen dari pohon cemara dapat dikatakan cukup lama, dibutuhkan waktu selama 10 tahun agar bisa dipanen. Namun ada juga yang memanen cemara di usia 30 tahun karena dirasa lebih sempurna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
27 − = 21

shares