5 Influencer Dalam Bidang Agrikultur

5 Influencer Dalam Bidang Agrikultur

Influencer, mendengar kata ini pandangan kita langsung tertuju pada orang-orang yang mampu mempengaruhi masyarakat untuk ikut andil dalam suatu kegiatan atau cara tertentu. Banyak sekali influencer belakangan ini yang memberikan pengaruh-pengaruhnya lewat media sosial. Terbukti juga bahwa banyak masyarakat yang terpengaruh dengan ajakan maupun kampanye yang digalakan oleh influencer tersebut. Dampak dan manfaat secara langsung maupun tidak langsung dapat langsung dirasakan oleh banyak masyarakat ataupun influencer tersebut.

Tetapi, tahukah kalian jika banyak juga influencer yang bergerak dalam sektor agrikultur? Sudah sejak lama banyak tokoh-tokoh di bidang pertanian yang telah memberikan dampak positif bagi perkembangan agrikultur di dunia ini. Dari berbagai macam latar belakang serta golongan masyarakat bersama-sama menjadi “tokoh penting” dalam mengembakan dan memajukan industri pertanian.

Berikut ini adalah beberapa tokoh penting yang memiliki pengaruh besar terhadap sektor agrikultur di dunia.

George Harrsion Shull:

Dikenal juga sebagai Bapak jagung hibrida. Shull telah mendedikasikan 30 tahun masa hidupnya pada budidaya jagung di Amerika Serikat. Sejak kecil, Shull telah memiliki ketertarikan pada bidang botani. Eksperimen dan observasi pertamanya, dilakukan Shull di Cold Spring Harbor, Long Island, New York pada tahun 1905. Eksperimen ini difokuskan Shull untuk budidaya jagung. Walaupun bukan ahli dalam bidang genetika serta memberikan kontribusi terhadap pertanian secara langsung, Shull telah melakukan observasi yang cukup mendalam. Intisari dari observasi yang ditemukan Shull adalah, jika ingin mendapatkan kualitas jagung yang baik dan mengembangkan banyak varietas petani harus mengurangi budidaya jagung dengan jenis yang sama dan mulai fokus dalam mengembangkan perkawinan silang antar jenis jagung. Walaupun observasinya cukup menghebohkan, jagung hasil dari penelitian Shull baru tersedia dan terjual bebas pada tahun 1922. Beberapa tahun kemudian, hasil penelitian Shull baru merambah pasar dunia.

Henry Agard Wallace:

Merupakan Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Menteri Pertanian serta Menteri Perdagangan Amerika Serikat. Pada saat menjabat sebagai Menteri Pertanian, Wallace menciptakan program makan siang dengan makanan sehat serta mendukung pemerintah untuk melakukan intervensi dan implementasi terhadap peraturan produksi dalam sektor pertanian Amerika Serikat. Peraturan ini dirasa sangat membantu petani karena menciptakan persaingan yang sehat dengan menetapkan bandrol harga yang sama untuk seluruh produk-produk pertanian. Kebijakan lainnya adalah, Wallace sempat memesan babi untuk disembelih dalam jumlah besar dan membagikannya ke seluruh negara bagian di Amerika Serikat untuk menstabilkan harga daging babi yang saat itu fluktuatif. Pada tahun 1934, Wallace menulis buku tentang pertanian yang berjudul “The Economic Turbulence of The Depression and It’s Repercussions on Farmers”.

Henry Agard Wallace, Influencer Agrikultur
Sumber Gambar: data.desmoinesregister.com

Rachel Carson:

Bukunya yang berjudul “Silent Spring” di tahun 1962 telah menandai sejarah pergerakan lingkungan. Bukunya fokus dalam membahas penggunaan pestisida pada pertanian. Banyak argumen-argumen serta opininya yang mengutarakan tentang bahaya kimia bagi lingkungan, hewan dan juga tumbuhan. Carson cukup mahir dalam menyampaikan gagasannya lewat bukunya tentang bahaya pestisida. Bukunya telah menggerakan banyak aktivis untuk bersuara dan mendukung pertanian yang berkelanjutan.

Rachel Carson, Influencer Agrikultur
Sumber Gambar: biography.com

Robert Fraley:

Fraley berkontribusi pada inovasi dan pengembangan pertanian lewat aktivitas yang cukup besar. Salah satunya adalah pengawasan terhadap 100 publikasi dan aplikasi paten yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dalam pengembangan pertanian berbasis teknologi. Salah satu yang cukup terkenal pada saat itu adalah, Kedelai modifikasi dari hasil rekayasa genetika.

Robert Fraley, Influencer Agrikultur
Sumber Gambar: gmoanswer.com

John Deere:

Teknik membajak adalah penemuan besar dan penting dalam industri pertanian. Deere tidak menemukan bajak, bajak sudah ada jauh sebelumnya. Tetapi, Deere melakukan inovasi dan pengembangan terhadap bajak. Bajak yang diciptakan Deere pada tahun 1837 menggunakan besi sehingga bajak menjadi lebih kuat dan tangguh. Besi merupakan material yang kokoh sehingga mampu membajak berbagai macam dan jenis tanah. Penemuannya telah membantu produksi makanan dengan kuantitas yang cukup besar dan berkualitas di dunia.

John Deere, Influencer Agrikultur
Sumber Gambar: cdn.britannica.com


Sudah banyak influencer yang mengembangkan inovasi dan gagasan bagi kemaslahatan masyarakat banyak, khususnya bidang pertanian. Kamu juga bisa, menjadi influencer yang menyadarkan masyarakat bahwa pertanian sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Mulai dari hal kecil dan mengikuti kampanye #SayaJugaPetani ke media sosial kalian masing-masing. Ayo ambil bagian untuk mendukung petani kita!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Math Captcha
70 − = 66

shares